Ini Tuntutan Warga Tanjung Bunga Atas Klaim Pemerintah, Menyatakan Desa Mereka Masuk Hutan Lindung

Warga Desa Tanjung Bunga, Pangururan minta pemerintah lepaskan desanya dari hutan lindung. (SAMOSIRNews/Ist)

SAMOSIRNews - Pangururan

Ratusan warga yang tergabung pada Perkumpulan Masyarakat Adat Desa Tanjung Bunga, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, demo di DPRD Samosir, Selasa (24/7/2018) menolak desa mereka masuk kawasan hutan lindung sebagaimana klaim pemerintah.

Setelah dipersilahkan untuk menyampaikan orasi di halaman kantor DPRD, akhirnya 20 perwakilan warga memasuki ruang rapat Komisi I, diterima langsung Ketua DPRD Samosir, Rismawati Simarmata, Wakil Ketua Jonner Simbolon, anggota Nasip Simbolon, Vanda Sidabutar, Rosinta Sitanggang, Bolusson Pasaribu, Viktor Simbolon, Hendrik Naibaho diikuti Kapolres AKBP Agus Darojat.

Ada 4 pernyataan sikap tuntutan warga, yakni meminta Pemerintah Kabupaten Samosir dan DPRD, agar berdiri bersama rakyat untuk turut berjuang menyelamatkan hak-hak tanah adat Desa Tanjung Bunga.

Kemudian, meminta Pemerintah Kabupaten Samosir agar segera mungkin meneguhkan Desa Tanjung Bunga sebagai tanah adat.

Selanjutnya Pemerintah Kabupaten Samosir dan DPRD diminta secepatnya mendesak Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Kehutanan RI, agar tanah adat mereka yang diklaim sebagai kawasan hutan melalui SK 579 Tahun 2014, dilepaskan dan memiliki kekuatan hukum.

Terakhir, warga mendesak DPRD Samosir segera membentuk tim penanganan penyelesaian atas  klaim pemerintah, menyebutkan sebagian besar tanah masyarakat dan tanah adat di Kabupaten Samosir sebagai kawasan hutan.

Seusai menyampaikan aspirasinya ke legislatif dihadiri Sekdakab Samosir Jabiat Sagala, warga pulang dengan tertib.

Reporter; Halomoan Nainggolan



loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.