Terpidana Kasus Ujaran Kebencian, Alfian Tanjung Dipindah ke Lapas Porong Sidoarjo

SAMOSIRNews - Tanjung Perak

Terpidana kasus ujaran kebencian, Alfian Tanjung dipindahkan penahanannya dari Rutan Mako Brimob ke Lapas di Porong, Sidoarjo. Sebelumnya pengajuan kasasi terdakwa ke MA mendapat penolakan. 

"JPU Kejari Tanjung Perak akan melaksanakan putusan mengeksekusi atas Putusan Mahkamah Agung No.1167/Pid.sus/2018 tanggal 7 Juni 2018 atas nama terdakwa Alfian Tanjung, yang amar putusan menolak kasasi Terdakwa," kata Kajari Tanjung Perak, Rachmat Supriyadi dilansir dari Republika, Senin (11/6).

Alfian dituntut atas dua kasus penghinaan, satu kasus atas tuduhan kepada PDIP yang menampung kader PKI dan telah dilepaskan oleh majelis hakim di pengadilan. Dan satu kasus menuduh Jokowi antek PKI yang kini dalam proses eksekusi penahanan selama dua tahun di Lapas Porong Sidoarjo.

Sebelumnya Pengadilan Negeri Surabaya melalui putusan Nomor 2664/Pid.sus/2017/Pn.Sby pada 13 Desember 2017, dalam amar putusannya menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana ujaran kebencian. Alfian melanggar Pasal 16 Jo. Pasal 4b angka 2 UU No.40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Atas kesalahannya tersebut, pengadilan menjatuhkan hukuman pidana terhadap terdakwa Alfian Tanjung selama dua tahun penjara. Terdakwa lalu mengajukan banding, selanjutnya Pengadilan Tinggi Jawa Timur pada 20 Februari 2018.

Namun dalam amar putusan banding justru menguatkan PN Surabaya. Terdakwa kemudian mengajukan kasasi ke MA, dan MA pun dalam Putusannya menolak Kasasi yang diajukan terdakwa. 

Atas dasar itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengeksekusi terpidana kasus ujaran kebencian, Alfian Tanjung, pada Senin (11/6).

Kajari Tanjungperak mengatakan pihaknya telah berkordinasi dengan Wadan Mako Brimob dan sudah memerintahkan Jaksa yang melakukan eksekusi berangkat ke Jakarta. Saat ini sudah berada di Jakarta dan sudah bekoordinasi dengan petugas yang ditunjuk oleh Komandan Mako Brimob yang melakukan pengawalan yaitu 5 orang Anggota Brimob.

"Senin pagi sekitar jam 03.00 Wib, terpidana dari Rutan Mako Brimob dibawa oleh JPU yang akan mengeksekusinya dengan dikawal lima anggota Brimob menuju Bandara Halim Perdanakusuma," kata Rachmat.

Kemudian pada jam 05.15 Wib, dengan pesawat Lion Air terbang menuju Surabaya, dan diperkirakan tiba sekitar pukul 07.00 Wib di Bandara Juanda Surabaya. Terpidana lanjut Rachmat dibawa Jaksa eksekutor dan lima pengawal Brimob serta tim JPU, menuju ke Lapas Porong di Sidoarjo untuk eksekusi pelaksanaan hukuman.

Sementara, Ketua Tim Advokasi Alfian Tanjung, Abdullah Al Katiri mengatakan sudah memohon kepada JPU untuk menunda pemidahan Alfian hingga beberapa hari setelah lebaran. Namun, pagi ini mereka dikejutkan oleh pemindahan Alfian secara mendadak tanpa pemberitahuan kepada pihak kuasa hukum dan keluarganya.

Pihaknya mengaku mengajukan permohonan kepada JPU agar keluarga tidak sulit 

Hal itu dilakukan menemui dan merayakan lebaran bersama ustaz Alfian di Jakarta demi kemanusiaan. (Republika)

Loading...

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.